Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

SENI MENJEMPUT BAHAGIA, BELAJAR DARI SURAT IBRAHIM AYAT 7 (Kultum Ramadan dari Ustadz Jamaluddin Kamal, M. Pd)

Gambar
Pernah merasa sudah kerja keras banting tulang, tapi rasanya rezeki "numpang lewat" saja? Atau mungkin kita sering merasa insecure melihat pencapaian orang lain di media sosial? Kadang, masalahnya bukan pada kurangnya jumlah yang kita terima, tapi pada seberapa pandai kita mengelola rasa syukur.

MENJAGA NYALA TAQWA SAAT RAMADAN ( Kajian Ramadhan oleh Ustadz Nuruz Zaman, ST )

Gambar
Pernahkah Anda merasa iman sedang naik-turun? Kadang kita merasa sangat dekat dengan Sang Pencipta, namun di waktu lain, rasanya hati ini begitu hambar dan jauh. Fenomena ini seringkali menjadi pengingat bagi kita untuk kembali mensyukuri rentetan nikmat yang sering kita lupakan. Apa saja esensi ibadah, khususnya di bulan suci Ramadhan ini. 1. Menyadari Hujan Nikmat yang Tak Terhenti Mengapa kita kadang tiba-tiba merasa jauh dari Allah? Salah satu pemicunya adalah kurangnya kesadaran akan nikmat-Nya.  Allah memberikan fasilitas luar biasa bagi kita: a. Nikmat Kehidupan: Napas yang masih berhembus. b. Nikmat Sehat: Fisik yang mampu bergerak dalam sebuah kebaikan. c. Nikmat Sempat: Waktu luang yang seringkali terbuang sia-sia, harus kita manfaatkan dengan sebaik mungkin. d. Nikmat Niat & Kemampuan: Ini yang paling utama. Tidak semua orang memiliki niat untuk berbuat baik, meski mereka punya kemampuan. Menjadi orang yang digerakkan hatinya oleh Allah adalah anuger...