KEUTAMAAN MENJAGA AMANAH (Sub Tema Menuntut Ilmu ) - Kajian 1 PRM/PRA Garung Lor, Kudus


Dokumen PRM Garung Lor

Kajian bulanan ini diselenggarakan oleh Ranting Muhammadiyah dan Aisyiah Garung Lor. Hal ini sebagai sarana silaturahim Ukhuwah Islamiyah dan menimba ilmu baru dalam tuntunan Nabi Muhammad saw dan mengkaji Al Quran dan Hadist. Yang senantiasa menjadi pegangan kita sebagai umat Islam. 

Kami belajar mencoba untuk sediit menggapai cita-cita Ranting Muhammadiyah dan Aisyiah Garung Lor, menjadi bagian kecil dari syiar Islam di lingkungan sekitar. Dalam kajian pertama ini di bimbing langsung oleh Ustadz Drs.H. Bambang Wardoyo. Sebagai permulaan yang cukup baik dari kita untuk selalu terus belajar tentang hal baru.

Tema yang disampaikan beliau adalah "Keutamaan Menuntut Imu"

Pada dasarnya tidak ada batasan waktu, bagi seorang manusia dalam menuntut ilmu. Apalagi dalam ilmu keagamaan, karena hal itu menjadi pegangan tuntunan hidup di dunia maupun di akhirat kelak.

Ilmu menurut pendapat dari Imam Syafii adalah segala hal yang di pelajari yang berhubungan dengan firman Allah swt yang disampaikan oleh Allah swt melalui Al Quran, serta Hadist yang diriwayatkan Nabi Muhammad saw melalui sahabat-sahabatnya..

Secara garis besar urgensi atau keutamaan dalam menuntut ilmu, antara lain :

  • lmu harus di pelajari sebagai tuntunan dalam berkehidupan. Menuntut Hadist Riwayat Ibnu Majah, ilmu adalah kewajiban utama terhadap orang Islam. Sehingga tiap-tiap muslim wajib hukumnya dalam menuntut ilmu. Karena itu menjadi pedoman dalam berkehidupan.
  • Ilmu sebagai  jalan menuju surga. Dari Kitab Turmudzi, bahwa barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan jalan menuju surga baginya.
  • Ilmu akan memberikan kebaikan terhadap akhlaknya. Kita akan melihat jika mereka yang berilmu tentu sikap dan akhlaknya baik dalam kesehariannya. Dari Hadist Riwayat Bukhari Muslim, bahwa siapa saja yang Allah kehendaki baik,maka Allah akan mudahkan untuk menuntut ilmu agar menjadi baik. Sehingga adab, perilaku tersebut menunjukkan keilmuannya dengan baik pula.
  • Menuntut ilmu akan di angkat derajatnya  Bagi setiap muslim yang berilmu dan bertaqwa akan dilebihkan dan diangkat derajatnya. Sehingga sesorang yang mampu menuntut ilmu dengan tekun dan selalu belajar akan diangkat derajatnya. Karena tentu saja ilmu itu menjadi manfaat buat dirinya maupun orang lain.

Kita semua menyadari, bahwa dalam menuntut ilmu juga harus dibimbing oleh seorang guru, kyai atau ustadz. Karena jika ilmu tersebut kita pelajari sendiri tanpa bimbingan tentu akan timbul penafsiran yang salah. Apabila kita menjalankannya dengan hal yang tidak benar tentu akan timbul keburukan.

.
Dalam menuntut ilmu ataupun keutamaan menuntut imu, juga dituliskan dalam  QS. Al Mujadallah : 11

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/10765-surat-al-mujadalah-ayat-11.html

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr


Artinya :

"Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"

Isi Kandungan Tafsir Al-Mujadalah Ayat 11:

Adab Majelis Ilmu 
  • Perintah Memberi Kelapangan: Jika diminta untuk memberi tempat di majelis (ilmu atau kebaikan), maka lapangkanlah. Ini menunjukkan sikap lapang dada, tidak egois, dan mengutamakan orang lain.
  • Perintah Berpindah: Jika diminta untuk berdiri (untuk memberi tempat atau karena perintah Nabi), maka berdirilah.
  • Tujuan: Agar orang lain mendapat kesempatan ikut serta dalam majelis kebaikan dan ilmu, serta menciptakan suasana yang harmonis.
Keutamaan Orang Beriman dan Berilmu

Peningkatan Derajat, Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat dibanding yang lain. Ilmu dan Iman Beriringan, Derajat tertinggi adalah bagi mereka yang menggabungkan keimanan (taat perintah Allah) dengan ilmu (mengamalkan dan menyebarkan ilmu). Ilmu sebagai Jembatan, Ilmu pengetahuan adalah sarana menuju ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar pengetahuan teoritis.

Bahwa dalam kehidupan manusia yang senantiasa kekal pahalanya, hanya ada tiga . Tiga hal tersebut adalah sedekah jariyah, ilmu yg bermanfaat, dan anak sholeh yg mendoakan orang tuanya.

Segala puji bagi Allah dengan segala firmannya. dan kebenaran hanya milik Allah.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Team Kesekretariatan Kalam Lentera Masa
Diambil dari berbagai sumbert

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJAGA NYALA TAQWA SAAT RAMADAN ( Kajian Ramadhan oleh Ustadz Nuruz Zaman, ST )

Menjemput Keberkahan di Bulan Suci (Kajian ke-4 Bersama Ustadz Fikri Noor Al Bukhori)