Merawat Nikmat Iman dan Islam Menuju Husnul Khotimah


Belajar dari Ketegasan Umar bin Khattab

Umar Bin Khatab RA adalah orang yang berani memutus rantai jahiliyah dalam dirinya. Tidak hanya sekadar masuk Islam, tapi benar-benar meninggalkan lingkungan dan kebiasaan buruk masa lalunya demi mengejar rida Allah.
Sudahkah kita meninggalkan "jahiliyah" dalam hati kecil kita saat memasuki Ramadhan ini?

Ada Empat Bekal Menikmati Ramadhan  
Aman : Kita bisa beribadah tanpa rasa takut akan peperangan atau gangguan keamanan.

Iman : Konteks keimanan adalah keyakinan di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dilakukan dengan taqwa

Keselamatan : Selamat jasmani dari penyakit, dan selamat rohani dari penyakit hati, sehingga kita bisa beramal dengan maksimal.

Islam : Identitas tertinggi yang harus kita jaga, rawat, dan pupuk agar tidak layu dimakan usia.
Muara Akhir dari semuanya adalah Husnul Khotimah

Kita ingin mengakhiri perjalanan di dunia ini dalam keadaan yang baik, saat Allah sedang sayang-sayangnya kepada kita.
Ramadhan adalah "madrasah" atau sekolah untuk melatih akhir hidup yang baik tersebut. Jika di bulan ini kita biasakan menjaga lisan, menjaga syahwat, dan merawat Islam dalam diri kita, maka insya Allah, kebiasaan baik inilah yang akan menemani kita di detik-detik terakhir hayat kita nanti.

Penutup
Mari kita gunakan sisa Ramadhan ini untuk merawat nikmat iman dan Islam yang telah Allah titipkan. Jangan biarkan hanya sekadar menjadi status, tapi jadikan ia nafas dalam setiap tindakan kita.

Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang beruntung, Aamiin

Team Redaksi : 

- Kesekretariatan Ranting Muhammadiyah-Aisyiah Garung Lor

-Kalam Lentera Masa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJAGA NYALA TAQWA SAAT RAMADAN ( Kajian Ramadhan oleh Ustadz Nuruz Zaman, ST )

Menjemput Keberkahan di Bulan Suci (Kajian ke-4 Bersama Ustadz Fikri Noor Al Bukhori)